Sejarah Desa Margoanyar
Desa Margoanyar merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, yang memiliki sejarah panjang dan erat kaitannya dengan peran tokoh pendiri desa. Awalnya, desa ini bernama Desa Kepuh Bandar, sebuah nama yang dikenal masyarakat sekitar sebelum adanya perubahan identitas desa. Pada masa itu, desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa atau Petinggi yang sangat disegani bernama Petinggi Tamirah.
Petinggi Tamirah merupakan kepala desa yang memimpin sepanjang hidupnya. Sosok beliau dikenal sederhana, dekat dengan masyarakat, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan dan kesejahteraan warga desa. Salah satu jasa besar beliau adalah membangun sebuah jalan baru yang menghubungkan antar-dusun di dalam wilayah desa. Jalan ini tidak hanya berfungsi sebagai akses transportasi, tetapi juga menjadi sarana yang memperkuat hubungan antara pemerintah desa dengan masyarakat.
Jalan baru tersebut kemudian menjadi tonggak perubahan penting bagi desa. Dari pembangunan jalan inilah lahir gagasan untuk mengubah nama desa. Kata “Margo” dalam bahasa Jawa berarti “jalan”, sementara “Anyar” berarti “baru”. Maka sejak saat itu, Desa Kepuh Bandar resmi berganti nama menjadi Desa Margoanyar, yang memiliki makna filosofis sebagai sebuah desa dengan jalan baru menuju kemajuan dan kesejahteraan.
Sejak berdirinya, Desa Margoanyar telah mengalami pergantian kepemimpinan kepala desa dari masa ke masa. Adapun daftar kepala desa yang pernah menjabat adalah sebagai berikut:
Tamirah
Beliau adalah kepala desa pertama sekaligus pendiri Desa Margoanyar. Kepemimpinannya sangat lekat dengan pembangunan infrastruktur dasar desa, khususnya pembangunan jalan baru yang kemudian menginspirasi perubahan nama desa. Selama kepemimpinannya, beliau dikenal sangat dekat dengan masyarakat, sehingga tercipta keharmonisan antara pemerintah desa dan warganya.
Kenadi
Setelah wafatnya Petinggi Tamirah, kepemimpinan desa dilanjutkan oleh Kenadi. Pada masa ini, kondisi sosial masyarakat sedang berada dalam masa pemulihan pasca kemerdekaan Indonesia. Kenadi berupaya menjaga stabilitas desa, memperkuat kebersamaan, dan mengarahkan masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Amir
Amir memimpin Desa Margoanyar pada era awal Orde Baru. Fokus kepemimpinannya lebih banyak pada sektor pertanian, mengingat sebagian besar masyarakat desa bermata pencaharian sebagai petani. Ia dikenal sebagai sosok yang tegas namun tetap mengutamakan kesejahteraan warganya.
Mukalam
Di bawah kepemimpinan Mukalam, Desa Margoanyar mulai berkembang lebih pesat. Pembangunan sarana pendidikan dan fasilitas umum semakin diperhatikan. Ia memimpin selama 15 tahun, masa yang cukup panjang untuk memberikan pondasi pembangunan yang berkelanjutan di desa.
Sulaiman
Sulaiman merupakan kepala desa yang menjabat selama dua periode. Pada masa kepemimpinannya, terjadi banyak perubahan signifikan di bidang pembangunan fisik maupun non-fisik. Beliau mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa serta memperkuat sistem pemerintahan desa yang lebih modern dan terstruktur.
Rifna Zudia Ermiyati
Rifna Zudia Ermiyati merupakan kepala desa perempuan pertama di Margoanyar. Kepemimpinannya membawa nuansa baru, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan dan pemuda. Program-program pembangunan juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pelayanan publik yang lebih baik.
Hafid, S.Pd.
Sejak tahun 2019, kepemimpinan desa dilanjutkan oleh Hafid, S.Pd. Beliau masih menjabat hingga sekarang. Pada masa ini, Desa Margoanyar semakin berbenah dalam bidang pembangunan infrastruktur, digitalisasi pelayanan desa, serta pengembangan potensi desa berbasis teknologi informasi. Di bawah kepemimpinan beliau, desa berusaha beradaptasi dengan era modern tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.
Makna Filosofis Nama Desa
Nama Margoanyar bukan sekadar identitas, melainkan simbol semangat masyarakat untuk terus bergerak maju. “Margo” yang berarti jalan, dan “Anyar” yang berarti baru, mencerminkan perjalanan masyarakat desa menuju arah yang lebih baik dengan semangat pembaruan, kebersamaan, dan pembangunan berkelanjutan.Dengan sejarah panjangnya, Desa Margoanyar terus tumbuh sebagai desa yang harmonis, dinamis, dan berdaya saing, menjadikan warisan pendiri desa sebagai inspirasi dalam setiap langkah pembangunan di masa kini dan masa depan.